TAZKIANA

Desember 16, 2008

Ponorogo, E-tourism dan Komunitas Blogger

Diarsipkan di bawah: catatan lepas — tazkiana @ 2:06 pm
Tags:

Sedikitnya ada 4 ( empat ) alasan seseorang untuk datang ke Ponorogo, yaitu belajar atau menuntut ilmu, mendatangi even budaya atau keagamaan,  perjalanan wisata dan tujuan ekonomi atau bisnis. Hal ini sangat  disadari karena Ponorogo dengan predikatnya sebagai Kota Santri memang menjadi salah satu tujuan dari para pencari ilmu terutama bidang agama Islam, dan juga tidak ketinggalan  ilmu pengetahuan umum, serta Ponorogo juga menjadi Kota Budaya, dimana Reyog Ponorogo  sebagai salah satu kebudayaan  kebanggaan masyarakatnya. Semua ini adalah aset masyarakat Ponorogo yang sangat potensial dan saling terkait satu sama lainnya. Di Ponorogo sedikitnya ada 74 Pondok Pesantren ( data pendais ) dan 7 Perguruan Tinggi. Ini menggambarkan bahwa kabupaten Ponorogo tidak hanya  layak mendapat  sebutan kota Santri, tetapi juga kota Pelajar. Dari ribuan santri, mahasiswa atau pelajar yang tiap tahun silih berganti ini memberikan informasi tentang Ponorogo dan ini berlangsung terus menerus dari tahun ke tahun. Masyarakat Ponorogo harus berbangga telah memiliki pendahulu yang telah mewariskan keluhuran budaya dan juga keilmuan yang dikenal luas oleh masyarakat bangsa ini bahkan ke luar negeri.

Hiruk pikuk perayaan Grebeg Suro di Ponorogo sudah dimulai. Berbagai kegiatan yang  telah diagendakan telah mulai dilaksanakan. Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa grebek suro yang merupakan even pesta budaya, keagamaan, dan hiburan rakyat senantiasa tiap tahun menumbuhkan nuansa yang menarik bagi masyarakat dan merupakan ajang promosi tempat wisata daerah. yang juga menumbuhkan perkembangan ekonomi lokal. Pelaksanaan Grebeg Suro di kota Ponorogo yang juga menampilkan festival reyog Ponorogo, setiap tahunnya telah menarik simpati  ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan turis manca negara untuk datang. Hal ini secara ekonomis, baik langsung maupun tidak langsung, pastilah sangat menguntungkan bagi masyarakat Ponorogo. Namun apakah kita merasa cukup dengan  promosi wisata seperti ini? Ataukah dengan penghargaan yang telah diterima oleh pemerintah kabupaten Ponorogo dalam prestasinya mengembangkan wisata daerah sudah menjadikan Ponorogo berpuas diri?  Tentu masyarakat Ponorogo haruslah terus meningkatkannya dan selalu update dengan perkembangan zaman.

Perlu diketahui,  bahwa sekitar 67 persen wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia mencari dan mendapatkan informasi tentang pariwisata Indonesia dari internet. ( Republika, 17/4/08). Ini  memberikan gambaran bahwa dunia Internet mempunyai peranan yang penting dalam memberikan informasi, termasuk dalam bidang wisata. E-tourism adalah bentuk pemanfaatan teknologi informasi internet untuk mendukung industri pariwisata, biro perjalanan, hotel, serta industri terkait pariwisata lainnya.(balipost.co.id) . Pelayanan informasi wisata dengan layanan internet memang sudah semestinya dilakukan mengingat sudah semakin banyaknya masyarakat pengguna layanan ini dan layanan ini dirasa cukup efektif dan efisien. Reyog Ponorogo yang memiliki dimensi kombinasi antara seni, budaya dan spiritualitas memang telah banyak ditulis, dijelaskan dan dipublikasikan di media maya yang namanya internet, namun tentang akses wisatanya yang perlu dijelaskan lagi. Saat ini, orang yang ingin melihat penampilan reyog Ponorogo tidak usah datang langsung ke Ponorogo, karena dari depan komputer ia telah bisa menikmatinya, akan tetapi ketika ia mendapatkan informasi yang lain, misalnya festival reyog pada even grebeg suro, tempat-tempat wisata dengan fasilitasnya, akses menuju ke daerahnya,  penginapan, serta penjelasan lainnya yang lebih mendetail, maka orang tersebut akan merasa penting untuk melihat reyog secara langsung. Namun untuk promosi melalui internet juga tidak murah jika tidak dilakukan dengan seefisien mungkin. Kita masih ingat, bahwa untuk membuat situs www.presidensby.info saja, Presiden SBY harus mengeluarkan biaya Rp. 84 juta untuk proses pembuatan, Rp. 28,6  juta untuk sewa serve, Rp. 4 juta per bulan untuk 3 orang teknisi dan Rp.12 juta per bulan untuk redaksi dan wartawan. (gatra.com 14/2/06). Belum lagi kalau dilihat biaya pembuatan situs  www.my-indonesia.info yang hingga tahun 2008 ini telah menghabiskan biaya Rp. 33 milyar.  Tentu bagi daerah atau bahkan masyarakat Ponorogo uang sejumlah itu sangat besar sekali kalau hanya untuk membangun sebuah situs. Untuk itu masyarakat Ponorogo harus berbaur dan gugur gunung untuk memecahkan masalah itu.

03_debian-copy4Komunitas Blogger kota Ponorogo yang saat ini terkumpul dalam wadah Komunitas Blogger Warok Ponorogo (www.kotareyog.com), sebagai wadah “masyarakat internet” yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan kota tercintanya, seakan menjadi solusi atas masalah-masalah di atas. Saya memandang perlunya blogger untuk memiliki wadah sebab hal ini dapat menjadi kontrol ( bukan pembatasan) terhadap ide yang dituangkan dalam blog, selain juga wadah pembelajaran bersama. Walaupun masih ada orang yang menilai bahwa ngeblog hanya trend sesaat, atau ngeblog itu banyak yang tidak bertanggung jawab, namun blogger sebenarnya tentu tidaklah demikian. Ngeblog sebenarnya adalah belajar membaca dan menulis. Blogger Kotareyog mempunyai ‘tanggung jawab’ untuk memberikan informasi yang optimal tentang, reyog, grebeg suro, makanan khas, lembaga pendidikan baik agama maupun umum, dan Ponorogo secara menyeluruh, dan Komunitas Blogger kota reyog karena terdiri dari unsur yang plural harus terus menjaga kebersamaan karena negeri ini jaya karena menggunakan pluralitas untuk kebersamaan dan persatuan. Selamat berjuang dan sukses selalu.

Sumber Photo slide

(berdasarkan urutan,www.kotareyog.com, ariesaksono.com, eastjava.com,reyogcenter.com,deteksi .info.timurjauh.net)


24 Komentar »

  1. hehehehe,,,,
    saya juga warok di kotareyog[dot]com :D
    salam kenal ya….
    grebeg suro besok, jangan lupa VISIT THE REYOG HOMELAND….

    Komentar oleh denologis — Desember 16, 2008 @ 2:18 pm | Balas

  2. Salam kenal dari Ponorogo…

    Wah.. analisanya lebih mantap dari saya yang asli Ponorogo.. hehe :)

    Komentar oleh azaxs — Desember 17, 2008 @ 7:15 am | Balas

  3. Terima kasih atas kunjungan dan tanggapannya. Buat sahabatku Denologis, Azaxs, Arifudin dan seluruh Blogger kota reyog “Salam kenal kembali”. Saya merasa salut atas kerja keras dari sahabat semuanya untuk kota tercinta. Sukses selalu dan terus berkarya.

    Komentar oleh tazkiana — Desember 18, 2008 @ 8:43 am | Balas

  4. mari kita lestarikan budaya bangsa :)

    Komentar oleh arifudin — Desember 23, 2008 @ 7:20 am | Balas

  5. alhamdulillah wa syukurillah sudah dapat juara ya mas….?
    bapaknya tazkia di lawan………..!

    Komentar oleh petruk — Desember 27, 2008 @ 2:44 pm | Balas

  6. Saya ucapkan Selamat ya Mas. Dapat Juara I di Lomba Nge-Blog. Memang pantas menjadi yang pertama.

    Salam Kenal dan semoga sukses di Korea sana.

    Keep Blogging !!!

    : Terima kasih banyak buat mas Zebhi. salam kenal kembali.

    Komentar oleh Zebhi — Desember 28, 2008 @ 12:35 am | Balas

  7. selamat ya mas.
    saya terharu dengan nama blog sampeyan yang ternyata nama putri mas. :D
    tulisannya memang pantas untuk menjadi juara 1.
    kalau kata dafhy, “bapaknya tazkiana kok dilawan” :D
    [padahal saya ndak ngelawan lho pak] :)

    bravo kotareyog!
    : Terima kasih banyak…dan bapake tazkia itu kan fauzy (kotangawi).jadi kita udah kenalan lo…

    Komentar oleh denologis — Desember 28, 2008 @ 1:58 am | Balas

  8. [...] Kusno A. Fauzy (Magetan), dengan judul Ponorogo, E-Tourism, dan Komunitas Blogger. [...]

    Ping balik oleh Kemeriahan Talkshow Kotareyog.com | Kotareyog.com — Desember 28, 2008 @ 10:35 am | Balas

  9. Selamat mas, atas kesuksesan di lomba ngblog kotareyog…. :)

    Komentar oleh azaxs — Desember 28, 2008 @ 12:00 pm | Balas

  10. Selamat n sukses dalam lomba blog di kotareyog.com

    Komentar oleh unting — Desember 28, 2008 @ 4:11 pm | Balas

  11. selamat ya mas udah menang di lomba kota reyog..:)

    hip2 hurray..
    hip2 hurray..

    Komentar oleh cempluk — Desember 29, 2008 @ 12:08 am | Balas

  12. Selamat Bos…..atas kemenangan dalam lomba ngeblog di kotareyog.com sukses selalu..

    maturnuwun telah ikut mempublikasikan kotareyog didunia maya

    Komentar oleh Gen — Desember 29, 2008 @ 1:48 am | Balas

  13. selamat mas……, moga makin mantab aja dalam ngeblog

    Komentar oleh alief — Desember 29, 2008 @ 2:39 am | Balas

  14. Sekali lagi, untuk mas azaxz, mas unting, mas cempluk ( andi bagus ), mas Gen, mas Alif, terima kasih banyak dan buat seluruh blogger kota reyog tercinta, makasih ya.. sukses selalu… jazakumullah khairan. amiin

    Komentar oleh tazkiana — Desember 29, 2008 @ 8:49 am | Balas

  15. selamat ya………:)

    Komentar oleh arifudin — Desember 29, 2008 @ 1:22 pm | Balas

  16. Selamatya Om.. atas kemenanganyya,,,

    Komentar oleh Wongbagoes — Desember 29, 2008 @ 4:53 pm | Balas

  17. shipp..
    selamat dan tetep sukses aja ya pak lek…

    Komentar oleh uudgntng — Desember 30, 2008 @ 3:37 am | Balas

  18. Selamat mas Kusno…. mungkin kita bisa saling komunikasi dan jg saya bisa belajar banyak nih….. trim

    Komentar oleh Brudin — Desember 30, 2008 @ 3:57 am | Balas

  19. [...] beberapa hari. Setelah empat hari berlalu, maka saya putuskan untuk membuat tulisan baru di blog pelajaran bahasa korea. Memang terasa lucu, karena dalam blog tersebut semua tulisannya tentang bahasa korea, tiba-tiba [...]

    Ping balik oleh doa untuk tazkia | Mas Zee (mbabatan)com — Desember 30, 2008 @ 12:06 pm | Balas

  20. SELAMAT-SELAMAT
    saya tahu pemenang dan juaranya dari mas Fauzy
    PANTAS JADI PEMENANG MAS

    Komentar oleh JAUHDIMATA — Desember 30, 2008 @ 1:09 pm | Balas

  21. [...] beberapa hari. Setelah empat hari berlalu, maka saya putuskan untuk membuat tulisan baru di blog pelajaran bahasa korea. Memang terasa lucu, karena dalam blog tersebut semua tulisannya tentang bahasa korea, tiba-tiba [...]

    Ping balik oleh Doa untuk Tazkia | KOTA NGAWI — Desember 31, 2008 @ 12:58 am | Balas

  22. sangat membanggakan bila njenengan semua begitu peduli tentang kesenian ponorogo, namun lebih memuaskan bila kita semua mampu menciptakan ponorogo sebagai kota mandiri, terhormat dan menjadi tujuan masyarakat mencari penghidupan sehingga kawan ekerja seni tidak harus ngamen di negeri jiran.. tantangan kita selanjutnya sobat hehe…

    Komentar oleh wahyuhape — Januari 4, 2009 @ 4:17 pm | Balas

  23. sangat membanggakan bila njenengan semua begitu peduli tentang kesenian ponorogo, namun lebih memuaskan bila kita semua mampu menciptakan ponorogo sebagai kota mandiri, terhormat dan menjadi tujuan masyarakat mencari penghidupan sehingga kawan pekerja seni tidak harus ngamen di negeri jiran.. tantangan kita selanjutnya sobat hehe…

    : terima kasih pak Wahyu… semoga sukses selalu..

    Komentar oleh wahyuhape — Januari 4, 2009 @ 4:19 pm | Balas


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.