Apresiasi Puisi Korea : Kata yang terserak

Kata itu terkumpul di antara sampah-sampah. Koran pembungkus itu menceritakan tulisan seorang anak kecil, Kim Jiyeong. Ia baru kelas 3 SD, namun ia berani menulis sesuatu yang di matanya janggal, dan ia ingin menyapanya.

Kim kecil menuliskan sebuah dialog dirinya dengan “pohon”, dan ia menyapanya dengan akrab, hingga ia berani menyapa ” oh kayu yang bodoh”. Tulisannya juga menggambarkan bahwa ia begitu berteman dengan pohon dan ia katakan ” saya akan kenakan untukmu pakaian yang menghangatkan..”

Puisi ini sederhana, tertulis di antara kumpulan puisi anak-anak Korea, tentu saya kagum karena penulisnya ‘cermat’ mengamati lingkungan yang dianggap sebagian orang merupakan hal yang sangat lumrah.

나무는 바보
나무는 바보
나무는 바보
여름인데
웃을 따뜻하게 입고
덥지도 않나..?
나무는 바보
나무는 바보
겨울 인데
웃을 벗고
춥지도 않나..?
나무야..나무야..
나는 겨울만 뒤면
너한테
따뜻하게 웃을 입혀 줄게..
나무는 바보   ( Namunen Babo )     Pohon yang Bodoh
나무는 바보 ( namunen babo )
나무는 바보 ( namunen babo )
여름인데      ( yeoreum inde )
웃을 따뜻하게 입고  ( usel ttattet hake ipgo )
덥지도 않나..?    ( teopji anna ..? )
Pohon yang bodoh..
Oh pohon yang bodoh
Di musim panas..
Engkau kenakan pakaian yang menghangatkan
Apakah tidak panas…?
나무는 바보   ( namunen babo )
나무는 바보   ( namunen babo )
겨울 인데       ( kyeoul inde )
웃을 벗고       ( usel beotgo )
춥지도 않나..? ( cupjido anna..? )
Pohon yang bodoh..
Oh pohon yang bodoh
Di musim dingin….
Engkau lepaskan pakaian itu
Apakah tidak dingin …..?
나무야..나무야..  ( namuya… namuya..)
나는 겨울만 뒤면 ( nanen kyeoulman dwemyeon )
너한테     ( neohante )
따뜻하게 웃을 입혀 줄게..  ( ttattet hake usel iphyeo julke )
Pohon… oh pohon…
Saat musim dingin saja
Saya akan mengenakan pakaian yang menghangatkan
Untukmu…
pohon
Sementara sebagian besar orang di Korea melihat pohon  yang dibungkus dengan karung goni ini sebagai hal yang wajar, tetapi bagi anak kecil  ini, hal tersebut merupakan sesuatu yang harus diungkapkan, karena tidak sesuai dengan yang dirasakan.
Bagaimanapun melatih anak untuk peka terhadap lingkungan merupakan hal yang harus diperhatikan, dan sudah barang tentu tidak hanya dengan kata-kata saja tetapi juga dengan karya nyata.

2 thoughts on “Apresiasi Puisi Korea : Kata yang terserak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s