Budaya Korea : Menikmati Samgyetang di hari Sambok

Hari ini , tanggal 14 juli adalah  hari yang di Korea dikenal dengan istilah chobok ( 초복 ) yaitu awal dari tiga waktu terpanas atau yang dikenal dengan istilah Sambok ( 삼복 ).

Sambok ( 삼복 ) berasal dari kata sam ( 삼 )  yaitu tiga dan kata bok ( 복 ) yaitu masa-masa terpanas yang  terdiri dari masa pertama atau chobok ( 초복 ) , masa terpanas pertengahan atau jungbok ( 중복 ) dan masa terakhir atau malbok ( 말복 ). Dahulu awalnya, untuk menghindari panas yang mengakibatkan tanaman banyak yang mati, maka orang-orang  banyak yang makan sup anjing  yang  juga dikenal sebagai Boshintang.

Namun karena makan daging anjing banyak yang beranggapan menjadikan sial, maka sekarang diganti dengan makan sup ayam yang dikenal dengan samgyetang yang dibuat dari pencampuran ayam, ginseng, buah taecho yang seperti kurma dan  beras. Dengan makan sup Ayam jenis ini dikatakan untuk membantu mengembalikan  energi.

samgyetang

Adapun bagi yang ingin membuat samgyetang, di bawah ini saya tampilkan  resepnya  dan bahan yang harus dipersiapkan adalah:

Ayam muda 1 ekor
Ginseng 2 buah
Beras ketan 1 gelas
Berangan 5 biji
Kurma 5 buah
Bawang putih 10 biji
Buah gingko 10 biji
Garam, merica, biji wijen seperlunya

Cara mengolahnya :

Pertama-tama bersihkan ayam yang masih utuh, dan bersihkan isi perut ayam tersebut. Kemudian beras ketan direndam air setelah dibersihkan. Siapkan ginseng ( sayur )  yang tidak dikeringkan. Kupas kulit berangan. Dan buah gingko digoreng sebentar lalu buang kulitnya. Bersihkan buah taecho / kurma dan kupas kulit bawang putih.
Di dalam perut ayam masukkan beras ketan, berangan, kurma, biji gingko dan bawang putih.
Jahit perut ayam supaya isinya tidak keluar pada waktu direbus. Siapkan panci besar dan masukkan ayam dan ginseng dengan air secukupnya.  Didihkan hingga warna kuah berubah menjadi putih. Setelah ayam sudah matang, angkat lalu lepaskan benangnya. Tambahkan garam pada kuah sesuai selera Anda . Sajikan selagi panas bersama garam yang dicampur dengan merica dan biji wijen.

Wah…. enak sekali pastinya.. selamat mencoba..!

7 thoughts on “Budaya Korea : Menikmati Samgyetang di hari Sambok

  1. Annyeong haseyo Mas fauzy…
    wah kayaknya makan samgyetang musim panas enak bgt yah apalagi badan sdg kurang fit…tp kl saya bikin kira2 bisa gak ya, soalnya byk bahannya yg agak susah carinya…kl pake kurma yg biasa bisa?
    oh ya, saya sdh lama gak mampir diblog yg ini…kok saya gak bisa buka blog yg satunya kenapa ya mas…

    • Ne, annyeong haseyo …
      Tentu enak sekali dan tambah sehat …. saya pikir bisa, soal bahan kan bisa cari alternatif lain, misalnya taecho diganti kurma, tapi.. Klo yang udah matang itu apa nggak terlalu manis ya… yang penting ayamnya jangan diganti telor aja….
      O ya… saat ini blog satunya lagi suspended… tapi saya pikir melalui blog ini juga nggak apa2, karena yang tazkiana.com aksesnya juga lamban sekali…yah pokoknya bisa untuk melampiaskan hobby nulis aja… Gomawoyo Dian ssi…

  2. annyeonghaseyo…
    seneng sekali ya… pengin juga hidup di korea

    Tazkiana :
    Terima kasih atas kunjungannya. dan mudah-mudahan keinginannya terlaksana, bisa hidup di Korea

  3. Trimakasih resepnya,ini makanan korea yg paling uenak alias “MASISSOYO” lho…tidak hanya untuk musim panas..saat musim dingin juga oke banget.

    Tazkiana :
    Makasih kembali…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s