Cerita Korea : Dunia yang bahagia I ( 행복한 세상 )

Saya pikir ibu boleh melakukan begitu

Saat dirundung  kerinduan pada seorang ibu, kita ingin mengungkapkannya. Dan tentu saat kita sedang belajar,  kerinduan itupun harus kita ungkapkan dalam suasana belajar juga.omma copy

Tulisan ini hanya mengambil dari cerita “dunia yang  bahagia ” yang ditampilkan oleh world.kbs.co.kr, namun karena saya ingin belajar bahasa Korea dari pendengaran sambil menyimak teksnya, maka saya mencari video yang ada teksnya, sedangkan terjemahnya saya mengikuti sumber aslinya saja. Bagi kita yang ingin menuangkan kerinduan pada seorang ibu boleh menyimak video berikut :

Saya pikir ibu boleh melakukan begitu.
Saya pikir biasa kalau ibu bekerja di ladang sepanjang hari di bawah sinar matahari yang terik. Saya pikir ibu biasa
Saya pikir ibu boleh melakukan begitu.
Saya pikir biasa kalau ibu makan nasi dingin saja setelah selesai bekerja sepanjang hari.
Saya pikir ibu boleh melakukan begitu.
Saya pikir biasa kalau tangan ibu meradang dingin karena mencuci baju dalam air sungai membeku selama musim dingin.
Ibu tidak apa-apa… Ibu kenyang, kok… Kau makan yang banyak, yah…”
Saya pikir biasa kalau ibu minum saja agar dapat memberikan nasi hangat dan lauk enak kepada anak-anaknya.
Saya pikir biasa kaki ibu lepuh dan kuku jarinya menjadi lusuh sehingga tak perlu dipotong.
Saya pikir ibu tidak apa-apa kalau ayah yang suka mabuk menyiksanya dan anak-anak belum berpikiran membuat masalah terus. 
Saya pikir ibu boleh melakukan begitu.
“Ibu kangen pada nenekmu… Aku kangen…” 
Saya tidak mempedulikan perasaan ibu.
Jika melihat ibu yang menangis dengan memegang foto nenek….
Saya, anak perempuannya yang tidak menyadari makna tangisan ibu.
Setelah saya menjadi seorang ibu dan ibu saya tinggal dekat kami di dalam foto, saya menyadari, ibu saya sebenarnya tidak boleh melakukan begitu.
Ibu…
Ibu tidak boleh melakukan begitu.            ( sumber : KBS world )

Mudah-mudahan cerita pendek tentang dunia ‘keprihatinan” yang membawa bahagia ini bisa bermanfaat untuk pembelajaran kita.

6 thoughts on “Cerita Korea : Dunia yang bahagia I ( 행복한 세상 )

  1. ceritanya menyentuh banget walaupun akhirnya bahagia, tp tetap aja jd kepikiran sama ibu dirumah….sedih kl sampe ibu dirumah jg ngalamin hal seperti itu…

    Tazkiana :
    Gomaweoyo Dian ssi…
    Sebagai calon ibu, dengan cerita ini bisa diambil pelajaran, bahwa seorang ibu itu, berat seperti apapun dia seperti tidak merasakan, karena kasih sayangnya melebihi segalanya…

  2. mas Tazki, ijin me-link-kan artikelnya ke fb saya. bolehkan mas??

    Tazkiana :
    Terima kasih atas kunjungannya…
    Boleh dengan senang hati… mudah-mudahan bermanfaat.

  3. salam kenal mas..
    mayan menihik nie… setitik air mata melelh keluar :”(
    smakin merindukannya, mana kemaren lebaran ga’ bisa pulang…
    ga’ bisa sungkem dan mencium tangan beliau…
    hiks…. :”(
    Tazkiana :
    Salam kenal Kembali…
    Mamanya di mana..? ya… doanya saja, mudah2 bisa ngobati keriduan ya..

  4. sedih banget ceritanya..hikz….menyentuh..bs dijadiin renungan neh..
    jadi kepikiran sama mama dan nenek dirumah….

    Tazkiana :
    Iya ya…. perjuangan ibu memang penuh keikhlasan… dan tulus tentunya..
    makasih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s