Liburan Chuseok : Korean Folk Village ( 한국 민속촌 )

Mungkin masih lekat dengan ingatan kita akan beberapa drama kolosal Korea dengan title  ” Il Jimae ” ,” Dae janggeum ” serta ” Wang gwa na atau King and I “. Drama-drama tersebut mengambil sebagian lokasi di Korean folk Village ( 한국 민속촌  ).

Liburan hari raya Chuseok kali ini saya menyempatkan untuk datang ke sana, yaitu kampung tradisional di tengah-tengah kota yang megah, namun masih dilestarikansebagai bagian warisan  budaya dari peradaban Korea. Korean folk Village menempati area seluas 243 hektar dan memiliki rumah tradisional lebih dari 260 buah yang mengingatkan akan akhir pemerintahan dinasti Joseon. Untuk datang ke sana, bagi kami tidaklah hal yang sulit  dan perlu persiapan khusus, sebab lokasinya masih dilingkungan tempat kami tinggal yaitu kota Suwon.  Anda yang mau ke sana cukup dengan naik bus ‘Free shuttle bus’ dari stasiun Suwon, yang dari situ hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit sampai lokasi . Kalau mau naik bus kota, kita bisa naik nomor 37 dari depan stasiun Suwon dan KFV adalah tujuan terakhir.Free Shuttle Bus ada  lima kali perjalanan sehari. (yaitu pukul : 10:30 ,11:30, 12:30 1:30,  2:30), 30 menit perjalanan.

DSC00495

Dengan tiket masuk ₩ 12.000 per orang, kami berdua masuk kampung tersebut, dan rasanya nyaman sekali, sementara bau masakan khas Korea semakin menambah rasa lapar . Namun tentu saya lebih senang menikmati jalan-jalan dulu, lalu ada jembatan yang dipenuhi bunga warna merah seakan memanggilku, ” hei… coba lihat sungai itu.. wow indah sekali… daun-daun sebagian sudah menguning di atas sungai yang tenang..”

Setelah cukup menikmati pemandangan di sekitar sungai, kami berjalan melihat sudut rumah-rumah tradisional dan segala peradabannya mulai membuat benang, pewarnaan ( yeomsaek ) yang alami, serta berbagai jenis pertanian. Bagi anda penggemar Lee junki, pasti tahu tentang drama ‘Il jimae’, di rumah yang digunakan untuk syuting drama tersebut ada dokumentasinya. Dan juga tidak kalah menariknya adalah di sana ada performing area ( 공연장 ) yaitu halaman atau area yang luas, di mana pada jam-jam tertentu di adakan pertunjukan seperti 농악 ( nong ak ) yaitu  musikdan tarian  dengan topi yang ada tali panjang. Juga 줄타기 ( jul tagi ) :berjalan atau menari d atas tali, serta juga ada permainan kuda atau yang sering disebut 마상무예 ( masang muye ) .

Berjalan hampir 3 jam nggak terasa, akhirnya membawa kami sampai di pasar tradisional ( 장터 ). Yang terkesan pertama pasti bau masakan lagi, karena ternyata perjalanan yang menyenangkan sekalipun, akhirnya terasa juga rasa lapar. Maka kami memutuskan untuk merasakan makanan khas Korea dengan bahan dasar ayam kampung Korea yang di sebut dengan 닭 곰탕 ( dalk geumtang ). Rasa lapar yang sangat menambah nikmat makan, serta suasana sunyi di lereng gunung dan rindang.

DSC00559

Namun tentu waktu kami terbatas, karena liburan juga kita manfaatkan untu silaturahim dengan teman atau saudara. Dan telepon telah berkali-kali berbunyi, saya telah berjanji untuk menemuinya, padahal sebenarnya belum sepenuhnya selesai. Namun secara umum, kami telah merasa menikmati wisata kali ini.

6 thoughts on “Liburan Chuseok : Korean Folk Village ( 한국 민속촌 )

  1. Wah… so happy…😀
    Pantesan drama korea banyak juga tentang kisah kerajaan atau yang jadul-jadul, ternyata ada kampung khusus bersetting tempoe doeloe ya…🙂
    Kalau di kota saya, pemandangan di kiri kanan sungai mah jamban-jamban bertebaran…😦

    Tazkiana :
    Betul Akin ssi … wah tambah indah klo kanan kiri banyak jamban

  2. saya paling suka ntn film tema kerajaan, jd suka banget liat suasana dan pemandangannya…tp kl ada jambannya apa iya tambah bagus? bukannya malah jd sakit perut…?

    Tazkiana :
    Dian ssi… klo banyak jambannya, kan ikannya banyak juga dan cepat besar… wah asyik bisa mancing ….

  3. Eh, main ke Korean Folk… aku jadi pengen ke sana lagi. banyak pertunjukan yang terlewatkan🙂

    tazkiana :
    Ya… Walau dekat… selama ini belum ke sana… paling ke Hwaseong aja..
    Sebab tulisan Yani ssi kemarin.. jadi semangat pergi.
    makasih lho…

  4. wah.. bener2 mengingatkan saya nih… tahun kemarin saya juga berkesempatan kesana (walau dengan tanggungan pemerintah Korea tentunya) dan sempat mengunjungi Korean Folk Village **tentunya ga lupa berfoto dengan Gambar Jang Geum hehehhe** sayang, ga sempat berfoto dengan hanbok… Oya pak, sempet make a wish ga? yg di gantung di batu dekat pintu masuk???

    Tazkiana :
    Salam kenal Uchi ssi..
    wah seneng banget ya klo bisa kesana lagi… kapan ke Korea lagi..?
    apa sekarang juga masih di Korea…
    Nggak sempet juga.. hari itu pas liburan… jadi ramai banget
    Makasih ..

  5. Hello..salam kenal…
    Aku rencana mau ke Korea Januari besok..mau lihat salju..hehe…
    Apa bener bisa main sledge salju di KFV? Ada info2 menarik gak, buat main salju, tapi gak usah ke resort2 yg kayaknya mahal ya….
    Please hub aku di e mail address ku ya..
    thanks banget…

    Tazkiana :
    Oh… seneng banget… betul di KFV ada tempat itu… dan tentu asyik banget… klo mau di daerah pyeongchang di propinsi Gangweon…yang kemarin menjadi kandidat olimpiade musim dingin…
    makasih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s