DALAM REMANG ITU MASIH ADA CAHAYA

( Belajar bahasa Korea melalui Cerpen )

winter 2009

Incheon nampak putih dari atas Garuda, Kota itu seperti terselimuti salju. Jam 8.15 kami akan segera mendarat, dan suhu -17 derajat menantiku di luar sana. Aku masih pakai baju tipis yang hanya bersahabat dengan suhu panasnya Kuta- Bali  dan tentu tidak bersahabat dengan menggigilnya Seoul. ” Huff…” keluhku dari dalam ruang tunggu bandara. Hari ini tanggal 31 Desember, pandanganku tertuju pada kursi-kursi itu, memandang setiap yang duduk, pria, wanita, muda, tua, semuanya seperti mencari seseorang. ” Oh… tidak, aku tak akan menemukan wanita itu kembali di sini, aku telah meninggalkannya…” pikirku.

31 Desember 1999, aku melihat wajah wanita tegar itu berubah pucat, matanya aku lihat mulai mengaca. Sedikit mulai mengalir dari sudut matanya. ” Jal ga….yeolak hae… neol joahae.. ( met jalan…hubungi aku…aku suka kamu ) “, dan air mata yang tertahan semua tertumpahkan bersama  pengakuan cintanya, setelah 2 tahun memendamnya bersamaku. Wanita yang aku kenal di awal musim semi itu, kuakrabi ketika ia mengenalkanku  pada temannya dengan ucapan ” isarami nae nampyeoniyeyo ( orang ini adalah suamiku ) “, dan setiap aku bertanya mengapa kau selalu sebut aku dengan ” nampyeon “, ia menjawabnya ” geokjeong hajima…( jangan kuwatir ).

24 Juni 1998, sore itu seperti biasanya ia pulang lebih awal, aku menjemputnya dan mengajaknya ke sungai Han. Melihat air, memandang bintang, cahaya lampu dari apartemen di seberang sungai Han, subway, mobil, semua terlukis indah. Bercerita masa lalu, berangan yang akan datang satu hal yang menyenangkan saat itu, hingga larut datangpun tak terasa.

” Mas, malam ini aku menginap di sini ya..” katanya. Malam ituia tak berani berani pulang, karena kami telah terlalu larut.

” Boleh…dengan senang hati… ” jawabku. Darahku seperti tiba-tiba mengalir deras, jantungku berdegup kencang dan setiap langkah adalah salah, aku seperti mimpi. Seorang wanita yang mulai ada di hatiku akan menemaniku sepanjang malam ini.

” Mas…kita telah bercerita banyak tadi di sungai Han, barangkali sungai itu mendengarkan,  juga bintang itu, mungkin menyaksikan, dan  aku telah bilang bahwa aku hanya terbiasa melakukan yang pernah di ajarkan kepadaku. Sebenarnya orang tuaku dan guru-guruku tak pernah mengajarkan aku menginap seperti ini, namun tentu mereka tidak melarang aku bermalam di tempat para penjagaku. Malam ini jadilah kau penjagaku dan lakukan apa yang mereka pernah ajarkan pada Mas…”, wanita itu memintaku untuk memahaminya, mengerti prinsipnya.

” Iya, kaulah tamu istimewaku malam ini, aku harus menjaga benderangmu agar tak menjadi gelap, aku yang akan membuatmu terlelap.ee… Nur, aku tak pernah diajarkan untuk menghentikan degup jantung, lalu apa yang harus aku lakukan …? tanyaku sambil memancing dia bercerita tentang cinta.

” Hehe..itu seperti ungkapan ” sarang hae cham eoryeopda” itu mas…., cinta itu teramat sulit untuk dipahami, sedangkan mas yang mudah aja diajarin nggak paham-paham, kok malahan yang sulit lagi minta diajarkan….Aigo babo…meongchongi…IQ duchari( bodoh…tolol, IQnya cuma 2.. )”.

Aku semakin bodoh atas jawaban-jawaban wanita itu, namun ia nampak juga seperti bodoh atas pertanyaan -pertanyaan hatinya. Malam itu tak seorangpun ada diantara aku dan dia. Namun ia adalah batu karang, tembok baja. Tangannya yang kecil menjadi begitu kuat di negeri yang keras ini, hatinya yang lembut menjadi tak ikut luruh dalam kegersangan kehidupan Korea.

17 Maret 1997, bersama teman-temanya kami kebetulan bertemu. ” Where are from…? ” tanya seorang dari mereka. ” Indonesia ” jawabku singkat. Aku tahu mereka takut salah seperti kebanyakan orang philipina salah menyapaku dengan kata ” kabayan “. Kata temanku aku memang nampak seperti orang mindanau dari pada orang Surabaya.  ” Oh… senang sekali, akhirnya aku bisa menemukan orang Indonesia di sini ” kata wanita itu saat awal kita bertemu di gunung Dodang. Sepertinya Tuhan telah mengatur bahwa aku harus berkenalan, berteman hingga aku meninggalkan wanita bernama “Nur” itu di dodangsan.

Hari ini tepat 10 tahun aku kembali.

” eodiro kasineun geoyo..? ( Anda mau kemana )” tanya penjaga tiket bis dibandara itu. berpikir sejenak untuk kemana dulu harus pergi.

” Suwon sie Kago shipeundeyo… eolmayeyo? ( saya ingin ke suwon, berapa ?)”

” Man icheon weoniyeyo ( 12 ribu won ) “. Tak berapa lama Bus datang dan aku bersamanya menuju ke Kota Suwon. Lagu  ” Machi neoin geot cheoreom”-nya Kim Kyungho mengiringi jalanku.

Mengingatnya menumbuhkan semi luka baru di hatiku, walaupun perjalanan ini  terasa dia masih menemaniku. Canda, tawa dan senyumnya tak pernah terhapus dalam setiap aku memandang alam negeri ini. Wanita itu dan alam ini begitu menyatu. Dan aku masih ingin ada didalamnya. Dalam cahaya atau gelapnya, karena aku yakin dalam remangnyapun masih ada cahaya.
Kosa kata:

잘 가 ( jal ga ): selamat jalan

연락 해 (yeollak hae ) : menghubungi

널 좋아 해 ( neol joha hae ): aku suka kamu

이 사람  ( i saram ): orang ini

내 남편 ( nae nampyeon ): suamiku

걱정 하지마 ( geokjeong hajima ) : jangan kuwatir.

사랑 해 (sarang hae ): mencintai참 (cham ): sungguh, sangat

어렵다 ( eoryeopda ) : sulit

바보 (babo ) : bodoh

멍청이 ( meongcheongi ) : tolol

어디로 ( eodiro ) : ke mana

가시는거요 :gasineungeoyo : pergi ( halus- informal )

수원 시 ( suwon si ): Kota Suwon

가고 싶언데요 ( gago sipeondeyo ) : Ingin pergi

얼마예요 ( eolmayeyo ) : berapa harganya ?

만 ( man ) :Sepuluh ribu

이천 ( icheon ): 2 ribu. 만 이천 ( man icheon ) = 12 ribu.

원 ( won ) : won , mata uang Korea. 1 weon sekitar 7,5 rupiah, kurs selalu berubah.

19 thoughts on “DALAM REMANG ITU MASIH ADA CAHAYA

  1. Annyeong haseyo songsaengnim . . .

    hmm . . . Kpan-kpn mnyempatkan dri utk mnceritkn sbuah knangan ttg bgaimana songsaengnim bs sampai d tngah ngri gingseng y?? Please . . . Izinkn aq mngetahui kisahnya.

    utk songsaengnim yg sdah mluangkn waktu d tngah ksibuknnya, Kamsahamnida . . .

  2. 촣는 이야기이예요,
    아처씨,Bener tu lain kali cerita pengalaman paman kok bisa sampe dikorea,
    ide bagus ajussi bljr lwt cerpen,고마워요

    Tazkiana :
    Kamsahamnida..
    Iya.. insyaallah nanti di tulis..

  3. belajar bahasa korea ya? kok cerpen? gimana maksudnya?
    mungkin aku bisa menambahkan:
    setiap paragraf ditulis indonesia lalu korea. dengan begitu kita-kita makin paham.

    Tazkiana :
    Makasih atas kunjungannya…
    usulan yang bagus, mudah2an nanti bisa mewujudkan…

  4. Anyong Tazkiana!!
    G pendatang baru. G mau nanya, bahasa korea nya “kamu lagi ngapain” apa ya?
    O ya, sedkt usulan coba Tazkiana kasi contoh percakapan sehari2. Kumawo! ^^

  5. Annyeong haseyo . . .
    Hmpir stiap hari aq dtang & slma itu pula aq mnanti postingan selnjutnya.
    Psti lagi sibuk y? Bnyak krjaan.
    Mianhamnida . . .

    Tazkiana :
    ne annyeong haseyo….
    iya..aku juga mohon maaf…belum bisa update lagi..
    makasih atas sarannya ya..

  6. Annyong haseo,.
    Ya ajhussi,.,
    ini kisah nyata ypz,., kok kisah sperti tertuju k ajhussi,. asal n smua2 y dech hehe,.,

    emang yg nama y cinta n kenangan itu sulit untuk d lupakan yaaa,.,

    usul nila dtambah cerita2 y ya ajhussi,klao ajhussi ada waktu luang,. Kamsahamnida.,

  7. Wah, kelihatannya abang sibuk sekali yah.
    Sudah lama ngak update pelajaran bahas korea yang baru.
    Saya sudah tahu blog ini hampir satu tahun juga nih, pelajaran2 yang diberikan juga bagus.
    Sudah banyak pelajaran dari blog ini yang berguna bagi saya, terutama ilustrasi kalimat dan vocabularynya yang umum dipakai.
    Kiranya bisa menjadi yang lebig baik lagi.

    Jeongmal kamsahamnida.
    Hwaiting!

    Tazkiana :
    Makasih atas kunjungannya…
    iya maaf ini lumayan sibuk..jadi blom bisa nulis lagi..
    semoga ntar bisa segera nulis ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s