LABA-LABA

Bila ada tebakan binatang apa yang paling kaya, jawabannya pasti burung belibis. Begitu juga kalau ditanya binatang apa yang tidak pernah merugi, jawaban yang paling banyak disebut  adalah laba-laba. Namun bila ditanya binatang apa yang suka makan pisang, jawabnya adalah……. (* maaf, tidak saya sebut, nanti ada yang tersinggung. Namun bila tidak mirip jangan pernah tersinggung).

Laba-laba dalam bahasa Korea disebut 거미 ( geomi ). Laba-laba  walau belum nyata memberikan laba, karena belum dihargai jutaan seperti tokek ( non belang ), namun laba-laba adalah hewan yang istimewa. Rumah laba-laba adalah desain terunik dan terindah. Ia tidak perlu mencicil perumahan atau beli apartemen, namun cukuplah dari tubuhnya terciptalah sebuah rumah yang dapat mendatangkan makanan.

Saya akan bercerita tentang laba-laba. Ada dua ekor laba-laba. Laba-laba yang satu namanya Alba,   membuat rumah besar dengan pertimbangan bahwa dengan rumah yang besar, maka  makanan yang akan terjaring akan semakin banyak. Sedangkan yang satunya,  si Beta membuat rumah kecil mungil. Dia berpikir bahwa cukuplah sesuai dengan kebutuhan. Beberapa waktu kemudian, rumah si Alba penuh dengan mangsa yang terjaring. Dengan bangganya ia pamerkan apa yang ia peroleh kepada si Beta. Namun rupanya keadaan ini dilihat oleh seekor burung. Maka dengan cepat burung itu menuju terbang sarang laba-laba itu dan si Alba  ikut termakan oleh burung.

Sikap si Alba itu namanya dalam bahasa Korea disebut 욕심 ( yeoksim ) atau 탐욕 ( tamyeok ) yaitu serakah atau tamak. Sikap tamak sebenarnya tumbuh karena kita kurang bersyukur atas apa yang kita terima, yang kita rasakan saat ini. Rasa kurang itu memunculkan sikap mengeluh. Bila  sudah mengeluh,  kebiasanya senang menyalahkan orang lain, seperti kata yang pernah saya buat status facebook beberapa lalu yatu “일반적으로 사람들은 다른 사람에게 잘못을 전가합니다 ( ilbanjeogeuro saramdeureun dareun saramege jalmoseul jeongahamnida = secara umum orang-orang itu (cenderung) mempersalahkan orang lain ). Nah… ayo siapa yang masih suka menulis status facebook-nya dengan keluhan-keluhan..?  Paling tidak dikurangi, karena mengeluh itu hanya memperlihatkan bahwa kita lemah.

 

6 thoughts on “LABA-LABA

  1. Ayoo.. siapa tuh yang suka mengeluh..??😀
    *Ikutan ngoreksi diri* apakah saya sering mengeluh ya??

    Tazkiana :
    yang sering mengeluh yang biasanya dinas malam…😀

  2. Annyonghaseyo. . .
    Slm kenal. . . Sy suka kata2 “bnyk m’eluh menandkan kelemahan” krn bnr yg ajushii blg mengeluh tnd kita krg b’syukur. Sy suka tulisan2 anda,,

    Tazkiana :
    Ne, annyeong haseo..
    salam kenal kembali…
    makasih telah berkunjung dan membaca tulisan saya…

  3. Annyeong haseyo Ajeossi😛
    Kalau ditanya binatang yg tidak pernah merugi kok saya jawabnya lebah ya.
    Tapi ‘geomi’ juga jadi nama surat (Al-Ankabut) berarti memang ada kelebihannya.
    Gomapseumnida..

    • Ne,annyeong haseyo Talitha…
      betul sekali… saya sebut itu kan karena laba ( untung ) itu lawan katanya nya rugi.. jadi klo disebut hewan yang tidak merugi ya laba-laba 😀
      ne, cheonmaneyo.. makasih kembali…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s