GIDARIM ( PENANTIAN )

Cerita sangat pendek IV :

아무 이유 없이, 아무 조건 없이 사랑 하라…( Amu iyu eopsi, amu jogeon eopsi sarang hara …! )
” Mencintailah  tanpa alasan apapun dan tanpa syarat apapun “

“ Bagaimana menurutmu  judul puisi ini Izza..? “Thayibah meminta pendapat pada Izza , sahabatnya tentang puisi yang akan di buatnya.
” menurutku bagus di kata kurang bagus di makna “ jawabnya.
” Kok bisa, kenapa…? “
” Cinta itu sebab akibat, dan sebab itu butuh alasan, bagaimana bisa  cinta tanpa alasan…? ”
” yah Izza…. Cinta itu semakin dirasa, maka semakin tidak mengerti alasannya, semakin dalam cinta  alasan semakin memudar, syarat semakin tak diperlukan , itulah sebabnya orang bilang ‘ love is blind “.
Keduanya terus beradu argumentasi. Keduanya sering memaksakan alasannya masing-masing. Thayibah yang sedang terpesona untuk belajar sastra,selalu melihat masalah dari pandangan sastra  sedang Izza, akhir-akhir ini tertarik belajar filsafat. Maka cara pandangnya sering berbeda, namun keduanya nampak semakin   akrab.
Siang itu, mereka berjalan menyusuri rindangnya pohon-pohon  di jalan setapak  pulau Nami ( nami seom ). Sejenak berhenti, berteduh dan menikmati angin yang berhembus dari danau.
” Ayib… dalam pandanganmu, Nami ini seperti apa…?

Thayibah tidak langsung menjawab, berpikir sejenak…
”Menurutku Nami adalah kumpulan kata-kata , Nami adalah rangkaian kata sastra. Indah, sejuk , cinta, air, angin, perahu dan keteraturan  itulah  Nami, dan semuanya karya sastra.   Winterreise (겨울 나그네) ,  Riverside Song Festival (강변 가요제) dan siapa tidak tahu tentang Winter sonata ? . Seringkali sebuah karya besar terlahir dari tempat yang luar biasa. Dan inilah Namiseom.  Klo menurutmu…?
” Bagiku Nami adalah pulau kegagalan. Nami adalah kubur kegagalan. Namiseom adalah nisan, dari seorang jendral muda  Nami  ( 남이 장군). Winter sonatapun adalah cerita tentang kegagalan cinta, dan Nami tidak lebih seperti telaga wurung di  Magetan itu, yang memberikan mitos bahwa siapa yang membawa sesuatu dari  Nami  ke rumahnya, maka menunai kesialan… bagaimana kamu bisa katakan ini sebuah karya sastra, bagaimana kau bilang ini sebuah keindahan yang melebihi keindahan wujudnya.. apakah kegagalan itu keindahan ? bantah Izza
” Dunia sastra tidak mengenal kegalalan Izza… kesedihan, tangis, perpisahan itu bisa terangkai dalam puisi, bisa tercipta sebuah novel, bisa menjadi tema sebuah film… baik bahagia atau kesedihan, kegagalan atau kesuksesan itulah tema kehidupan. Nami Island bagiku sebuah teks kehidupan, teks keindahan.” Thayibah terus membantah. Berjalan menyusuri pulau yang hanya 43 km2  itu membuat keduanya tak merasa bahwa  hari telah beranjak sore, saat keduanya harus meninggalkan pulau mungil itu.
” ayo cepetan, kita harus antri  ferry. Lagian juga kita belum tentu langsung dapat taxinya “   iya, tapi sebenarnya aku masih ingin menikmati sore, atau nanti suatu ketika bisa bermalam di pulau ini…tapi harga hotelnya kok mahal-mahal  ya Izza.. “ jawab Thayibah seperti belum ikhlas meninggalkan pulau Nami.
” Yah nanti kalau Ayib bulan madu, liburannya ke sini lagi yang lebih lama “
” sebentar Izza, aku ingin meninggalkan tulisan di sini :
사랑을 알지못했을때에는 기다림이라는 것을 알지못했습니다. ( sarangeul alji mothaeseulddaeneun gidarim iraneun geoseul alji mothaeseumnida  )
” Ketika  kita tidak mengetahui cinta , maka kita tidak tahu arti dari kata penantian  “
aku tulis di bawah pohon ini, biarlah terhapus oleh waktu, tersiram hujan dan memudar oleh cahaya matahari, karena rentang itulah penantian .

12 thoughts on “GIDARIM ( PENANTIAN )

  1. gamsahamnida cerpen’a ahjussi,,
    walaupun singkat tapi penuh kata-kata indah,,

    Tazkiana :
    makasih kembali..senang telah mau membaca…

  2. wah bagus nih cerita+kata2nya..
    annyeong haseyo ajeossi..aku kan lg belajar bahasa korea tp otodidak..makanya blog ini ngebantu banget buat aku..btw aku mau nanya kalo artinya “pab mogo sayo,.na arranna seen mollanokeyo” tuh apa ya?gomapseumnida ajeossi ^ ^

    Tazkiana :
    Terima kasih telah bersedia membaca..
    bab meogeoseyo? = apakah sudah makan?
    na arrana= saya tahu..
    seterusnya kurang paham, mungkin dengan hangeulnya akan semakin membantu..

  3. Ahjussi sama ahjumma artinya apa sih?

    Tazkiana :
    ajussi = panggilan untuk paman/ om
    ajumma = panggilan untuk bibi ( namun lebih khusus untuk wanita yang telah menikah )

    • Oh, ya.. Bisa kasih referensi buku yang bagus buat belajar Bahasa Korea? Terutama belajar grammar. Sama kamus Korean – Indonesian yang lumayan lengkap. Saya pernah beli kamus tapi ada beberapa kosa kata yang gak ada di situ.
      Satu lagi. cheoreom (처럼) itu cuma partikel atau satu kata yang mandiri? Artinya apa ya? Trus geudae (그대) artinya apa?
      Maaf banyak nanya. Lagi penasaran sama Bahasa Korea.
      Terima kasih banyak🙂🙂🙂

      Tazkiana :
      ada buku judulnya ” tata bahasa Korea ” dan juga kamus PAN korea-Ina.
      lumayan lengkap
      cheoreom berdiri sendiri, fungsinya sama wa kata/gwa kata
      geudae = kamu, tapi yg diajak bicara tidak ada. mis di lagu2 atau puisi

  4. Cerita dan kata-katanya penuh dengan makna yang indah, mungkin lebih indah lagi jika kita bisa belajar sastra Korea langsung di Korea ya.. hehhe oya kemarin saya lihat di Fanpage Korea Tourism Organization Indonesia
    , lagi ngadaain kontes/ event dimana kita bisa menceritakan pengalaman di Korea seputar musm dinginnya. Kalo menang kita bisa ke Korea loh… Just info aja siapa yang mau ikut siapa tahu kalian yang beruntung bisa memenagkan tiket ke Korea gratis, masih ada waktu kok sampai tanggal 20 Desember.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s