Arsip

PELIPUR LARA ( 위로/ wiro )

Setiap orang sekiranya pasti mengalami sedih, saat merasa kesepian, jengkel, kehilangan sesuatu yang disukai, atau saat apapun. Di saat seperti itu kita butuh pembangkit hati, motivator diri, yang membuat kita kuat seperti memiliki otot kawat dan membuat berani seperti punya tulang dari besi. Itulah sang pelipur lara ( 위로 ).
당신이 힘들 땐 내가 위로 하겠습니다 ( dangsini himdeul ttaen naega wiro hagessseumnida )
Saat engkau letih, aku akan melipurmu
내가 힘들 땐 단신이 나를 위로해 주세요 ( naega himdeul ttaen dansini nareul wirohae juseyo )
Saat aku letih, aku mohon kau melipurku
아니 ! 그냥 옆에 있어 주세요! 떠나가지 말고…..( ani ! geunyang yeope isseo juseyo! tteonagaji malgo…..)
emm…tidak, hanya di sampingku saja, janganlah kau pergi
당신이 살아서 함께 있는 것만로 충분 합니다 ( dangsini saraseo hamkke inneun geotmanno chungbun hamnida )
Engkau hidup bersamaku itu saja, sudah cukup bagiku
나도 언제나 당신 곁에 머물러 당신에게 위로가 되겠습니다 ( nado eonjena dangsin gyeote meomulleo dangsinege wiroga doegessseumnida)
Dan aku, kapanpun akan bersemayam di sisimu yang akan menjadi pelipur lara hatimu.
Itulah sebait puisi dari buku  “Pelipur lara ( 위로 )”nya Kim Hong sik. Catatan tentang betapa pentingnya sebuah kehadiran sang pelipur lara, ia bisa sahabat, kekasih, orang tua, guru atau siapapun dan apapun yang ada di sekeliling kita.
사람이 사람에게 위로 입니다 ( sarami saramege wiro imnida )
Manusia adalah pelipur lara bagi orang lain
따뜻한 관심이 말 한마디가 사람을 살리는 위로가 됩니다 ( ttatteutan gwansimi mal hanmadiga sarameul sallineun wiroga doemnida )
Ungkapan kata kepedulian yang hangat menjadi pelipur lara yang membangkitkan orang lain
지금 우리에겐 위로가 필요 합니다 ( jigeum uriegen wiroga pillyo hamnida )
Sekarang kita butuh sang pelipur lara.
Sahabat yang terbaik adalah ada di saat-saat kita membutuhkan, saat hati kita luluh, yang hadir dengan senyuman kasih sayang.
senyuman adalah pengobat hati.웃음은 가장 아름다운 보석 입니다 ( useumeun gajang areumdaun boseok imnida ) ” senyuman adalah permata terindah”. Senyuman dari hati yang tulus akan menjadikan hati teduh dan meluruhkan segala lara.
웃은 마음을 치료하는 보약 입니다 ( useun maeumeul chiryohaneun boyak imnida )
Senyuman adalah obat yang menyembuhkan hati
말소리는 달라도 웃음소리는 같고, ( malsorineun dallado useumsorineun gatgo, )
Walaupun suara ( bahasa ) yang berbeda, namun suara tawa itu  tetap sama
생긴것은 달라도 웃는 모습은 같고, ( saenggingeoseun dallado utneun moseubeun gatgo,)
Walaupun ketampanannya berbeda, namun penampilan senyum sama juga
피부색은 달라도 웃의 색깔은 같습니다( pibusaegeun dallado usui saekkkareun gatseumnida )
Walaupun warna kulit berbeda warna senyuman itu tetap sama
Kata baru :
– 위로 ( wiro ) = pelipur lara
– 힘들어 ( himdeureo ) = capai, lelah
– 옆( yeop )= samping.
– 충분 하다 ( chungbun hada ) = mencukupi
– 필요 하다 ( pilyo hada ) = memerlukan, membutuhkan
– 살리다 ( sallida ) = menyelamatkan, menyadarkan dari pingsan
– 웃다 > 우어 > 웃음 ( utda, useo, useum ) = tertawa, tersenyum > senyuman.
– 머무르다 > 머물러 ( momeureuda, meomuleo ) = singgah, diam
– 다르다 > 달라 ( dareuda > dalla ) = berbeda
– 관심 ( kwansim ) = kepedulian . 관심하다 ( kwansim hada ) = peduli.

Apresiasi Puisi Korea : Kata yang terserak

Kata itu terkumpul di antara sampah-sampah. Koran pembungkus itu menceritakan tulisan seorang anak kecil, Kim Jiyeong. Ia baru kelas 3 SD, namun ia berani menulis sesuatu yang di matanya janggal, dan ia ingin menyapanya.

Kim kecil menuliskan sebuah dialog dirinya dengan “pohon”, dan ia menyapanya dengan akrab, hingga ia berani menyapa ” oh kayu yang bodoh”. Tulisannya juga menggambarkan bahwa ia begitu berteman dengan pohon dan ia katakan ” saya akan kenakan untukmu pakaian yang menghangatkan..”

Puisi ini sederhana, tertulis di antara kumpulan puisi anak-anak Korea, tentu saya kagum karena penulisnya ‘cermat’ mengamati lingkungan yang dianggap sebagian orang merupakan hal yang sangat lumrah.

나무는 바보
나무는 바보
나무는 바보
여름인데
웃을 따뜻하게 입고
덥지도 않나..?
나무는 바보
나무는 바보
겨울 인데
웃을 벗고
춥지도 않나..?
나무야..나무야..
나는 겨울만 뒤면
너한테
따뜻하게 웃을 입혀 줄게..
나무는 바보   ( Namunen Babo )     Pohon yang Bodoh
나무는 바보 ( namunen babo )
나무는 바보 ( namunen babo )
여름인데      ( yeoreum inde )
웃을 따뜻하게 입고  ( usel ttattet hake ipgo )
덥지도 않나..?    ( teopji anna ..? )
Pohon yang bodoh..
Oh pohon yang bodoh
Di musim panas..
Engkau kenakan pakaian yang menghangatkan
Apakah tidak panas…?
나무는 바보   ( namunen babo )
나무는 바보   ( namunen babo )
겨울 인데       ( kyeoul inde )
웃을 벗고       ( usel beotgo )
춥지도 않나..? ( cupjido anna..? )
Pohon yang bodoh..
Oh pohon yang bodoh
Di musim dingin….
Engkau lepaskan pakaian itu
Apakah tidak dingin …..?
나무야..나무야..  ( namuya… namuya..)
나는 겨울만 뒤면 ( nanen kyeoulman dwemyeon )
너한테     ( neohante )
따뜻하게 웃을 입혀 줄게..  ( ttattet hake usel iphyeo julke )
Pohon… oh pohon…
Saat musim dingin saja
Saya akan mengenakan pakaian yang menghangatkan
Untukmu…
pohon
Sementara sebagian besar orang di Korea melihat pohon  yang dibungkus dengan karung goni ini sebagai hal yang wajar, tetapi bagi anak kecil  ini, hal tersebut merupakan sesuatu yang harus diungkapkan, karena tidak sesuai dengan yang dirasakan.
Bagaimanapun melatih anak untuk peka terhadap lingkungan merupakan hal yang harus diperhatikan, dan sudah barang tentu tidak hanya dengan kata-kata saja tetapi juga dengan karya nyata.